Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kantoran

Passive Income?

Dapatkan passive income dengan bergabung ke perusahaan kami. Tidak perlu kerja keras, dapatkan saja passive income. source image Menurut saya pribadi, passive income yang jelas hanya jika anda seorang investor. Pekerjaan anda hanyalah menanamkan modal, ditambah mungkin ada fungsi pengawasan. Selain itu, tidak ada. MLM menjanjikan passive income ? Tidak tepat juga kalau dibilang passive , lha wong anda juga kerja mencari downline . Kalaupun anda passive , paling diprotes sama upline anda sendiri. Dianggap tidak produktif. Pekerja MLM paling senang menertawakan pegawai atau karyawan kantoran, menghina rutinitas nine-to-five. Mereka membanggakan kebebasan dari jam kerja, bisa santai-santai dirumah. Siapa bilang? Justru pekerja MLM itu tiada hari tanpa kerja, mencari downline sana-sini, kerja keras kejar target produksi. Saya disini tidak menjatuhkan pekerja MLM. Hanya saja meminta para pekerja MLM untuk tidak merendahkan pekerja lain. Tidak memaksakan kehendak. Tidak m...

Kekuatan Jaringan Alumni

Suatu ketika pernah seorang selebtwit menanyakan tentang biaya kuliah di universitas negeri dan swasta yang (nyaris) tidak ada bedanya alias MAHAL. Saya pun tertarik menanggapinya, saya menjawabnya "Kekuatan Jaringan Alumni". Dia me- Retweet jawaban saya, entah pertanda setuju atau hanya memberi alternatif jawaban ke followers nya. Saya sendiri sangat mengakui Kekuatan Jaringan   Alumni , itulah mengapa saya lebih memilih memaksa masuk UGM walaupun (hanya) program Diploma. Beberapa rekan saya telah bekerja di perusahaan top di negara ini, dan periode berikutnya alumninya turut berhasil masuk ke perusahaan top tersebut. Ada pula faktor koneksi. Obgyn istri saya adalah seorang alumni sebuah universitas negeri di Depok, dan ketika saya minta referensi Obgyn lain, beliau menyarankan ke alumni kampusnya. Bukan UGM atau kampus lain. Sekarang saya pun seorang alumni dari kampus lain, yaitu IPB. Sayangnya (sepertinya) kekuatan alumni IPB terkenal hanya di sektor perbanka...

Ngimpi Lo!

Suatu ketika di sebuah perusahaan logistik dan transportasi, sebut saja Samudera Indonesia Group saya pernah bekerja selama 6 bulan sebagai programmer dan ada momen dimana ada pergantian management di bagian IT. Seorang direktur IT yang baru sedang memperkenalkan diri dan sekaligus memberikan pidato pembuka. Pidato tersebut sangat terkesan seperti acara motivasi yang dibawakan oleh motivator kawakan. (Terlihat) semua orang begitu semangat dalam mendengarkan, karena pembawaan yang berapi-api. Acara ini dibuat cukup interaktif, dimana audience juga diajak diskusi, diberi pertanyaan. Suatu ketika aku mendapat giliran ditanya mengenai 10 tahun lagi kamu mau jadi apa? Aku pun menjawab " Kerja di Eropa! " dengan mantap dan jelas. Dan taukah apa reaksi forum tersebut? TERTAWA TERBAHAK-BAHAK Poker Face! Pasang muka datar, sembari bertanya-tanya "apa yang salah?" Kemudian direktur itu menimpali " Mas, ke eropa itu jalan-jalan. bukan untuk kerja ". S...

Awesome!

Awesome! Great! Perfect.. 3 kata yang sederhana, namun sangat berarti. Pengalaman yang menyenangkan ketika bekerja dengan seorang bule. Aku dapat pekerjaan ini dari sebuah situs pekerja lepas odesk  dimana kita bisa bekerja jarak jauh alias remote. Suatu waktu, setelah sekitar 50an aplikasi dikirimkan dan hampir semua ditolak aku di kontak oleh seorang Ameriki. Ajaibnya Ameriki ini kontak pas malam natal. Kok ini orang ngasih kerjaan pas dia natalan. Bisa jadi dia bukan seorang nasrani sih. Singkat cerita, dia minta bantu perbaiki situs belanja online miliknya. Kami berkomunikasi via Skype tapi hanya text-based . Internet ga kuwat buat video call, plus saya males casciscus in english . Setiap dia request suatu pekerjaan, dan ketika ku bilang itu bisa dikerjakan dan bisa dalam waktu singkat, 3 kata diatas selalu keluar. Satu sisi, ini menyenangkan. Wow, sebuah pujian. Sederhana sekali. Itu menjadi sebuah tekanan kepada diri sendiri, agar tidak mengece...

Pelajaran dari Freelance

                 Mengawali bekerja mencari sebagai uang sebagai pekerja lepas adalah pengalaman saya yang sangat berharga. Mungkin tidak seperti yang lain, yang mungkin terjun di kantor sebagai pegawai kantoran dan kemudian memutuskan menjadi seorang pekerja lepas. Pengalaman pertama di dunia freelance bagi saya adalah uang yang banyak. Ya, terlepas dari memang ini lah awal saya dalam mencari uang. Dibandingkan dengan uang bulanan yang saya terima dari orang tua, jelas ini sangat besar. Mungkin sebut saja 8 juta rupiah untuk sebuah project website personal. Saya tidak bekerja sendirian, walaupun saya bekerja sebagai pekerja lepas, saya bekerja dalam tim. Ada yang berpihak sebagai  team leader  dan desainer. Dan saya disana sebagai  web programmer . Dalam tim, saya tidak hanya bekerja di balik layar. Saya juga diajari bagaimana caranya  pitching , dengan berbagai macam cara. Dari mengumpulkan bahan mengenai cal...